
bebarengan.id II Pusat Advokasi dan Pekerja Seni (PAKSI) terus memperluas gerakan dengan menggelar Forum Penguatan Jejaring Daerah sebagai langkah memperkokoh sinergi antarpekerja seni di berbagai wilayah Indonesia. Acara yang berlangsung di Sekretariat PAKSI ini dihadiri oleh perwakilan komunitas seni dari berbagai daerah dari akademisi, serta pemangku kebijakan lokal.

Ketua PAKSI, Sudarno, SH, menyatakan bahwa penguatan jejaring daerah menjadi krusial untuk memastikan setiap suara pekerja seni dari pelosok negeri dapat terdengar. “Kami ingin memastikan bahwa perjuangan pekerja seni tidak terpusat di kota-kota besar saja. Setiap daerah punya potensi kreatif yang luar biasa, dan PAKSI ingin menjadi katalis yang menghubungkan mereka dalam satu gerakan kolektif,” ungkapnya.

Forum ini membahas beberapa agenda penting, di antaranya:
- Pembentukan Cabang PAKSI di Setiap Provinsi sampai Kordes sebagai pusat advokasi lokal.
- Pemetaan Isu Spesifik Daerah, seperti akses ruang publik untuk berkarya, regulasi seni daerah, hingga minimnya perlindungan hak cipta untuk seniman tradisional.
- Program Pemberdayaan Komunitas Seni Lokal melalui pelatihan manajemen seni, digitalisasi karya, dan pendampingan hukum.
Dodi Hermawan, pengurus PAKSI yang turut memimpin forum, menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah. “Dengan jaringan yang kuat, kita bisa lebih solid dalam memperjuangkan kebijakan yang pro-seniman. Apalagi PAKSI sudah memiliki legalitas nasional, ini menjadi modal besar untuk menyuarakan aspirasi hingga level kementerian,” ujarnya.
Sebagai hasil dari forum ini, disepakati bahwa PAKSI akan meluncurkan platform digital sebagai ruang komunikasi antaranggota daerah, sekaligus sebagai pusat informasi terkait advokasi dan program seni nasional. Selain itu, dalam waktu dekat, PAKSI juga berencana menggelar Tur Konsultasi Seni ke berbagai daerah untuk menyerap aspirasi langsung dari para pelaku seni lokal.
Dengan semangat gotong royong dan keberpihakan pada akar rumput, PAKSI optimistis bahwa penguatan jejaring daerah akan mempercepat terwujudnya ekosistem seni yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. “Perubahan besar dimulai dari langkah kecil di setiap daerah. Bersama-sama, kita bisa memperjuangkan masa depan yang lebih baik untuk dunia seni Indonesia,” pungkas Sudarno.

