Spread the love

Gerakan Pemuda (GP) Ansor berdiri sejak 24 April 1934 atau 10 Muharram 1335 H yang lalu, usia GP Ansor yakni 90 tahun. Perjalanan panjang ini yang membuat organisasi GP Ansor berkembang menjadi semakin dewasa dan matang.
Dilahirkan dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor menjadi garda terdepan dalam perjuangan bangsa Indonesia. Ikut dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, melawan pergerakan G 30 S-PKI, hingga meredam radikalisme yang berkembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai organisasi kepemudaan yang konsisten melakukan penguatan sumber daya manusia, istiqomah dalam mengamalkan ajaran Ahlussunah Wal Jama’ah An Nahdliyah, teguh dalam menguatkan nilai-nilai kebangsaan, maka GP Ansor harus bertransformasi diri untuk berkhidmah melalui gerakan kultural dan spiritual.
Dalam menyongsong generasi Indonesia emas 2045, kader GP Ansor harus mampu beradaptasi dan berinovasi dengan perkembangan serta kemajuan teknologi tentunya tidak meninggalkan dakwah dan syiar islam Ahlussunah Wal Jama’ah sebagai Gerakan kultural dalam menjaga sanad keilmuan dari para kyai di Pondok Pesantren.
Transformasi GP Ansor Indramayu sebagai organisasi kepemudaan, dapat kita lihat dari beberapa dimensi, diantaranya kaderisasi, program kerja dan penggunaan media social. Dalam dimensi kaderisasi, ada beberapa point yang menjadi tolak ukur, pertama yaitu peningkatan kualitas kader, dimana focus pada pengembangan kapasitas kader melalui berbagai pelatihan dan pendidikan, baik formal maupun non-formal. Kedua, pemanfaatan teknologi, yaitu penggunaan platform digital untuk mempermudah proses kaderisasi, seperti e-learning dan media social. Ketiga, kaderisasi berbasis profesi, yaitu membekali kader dengan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, sehingga mereka mampu berkontribusi secara nyata bagi masyarakat Indramayu.
Dimensi selanjutnya adalah program kerja. Dimensi ini mencakup diversifikasi program, yaitu selain kegiatan keagamaan, GP Ansor juga aktif dalam berbagai bidang seperti social, ekonomi dan lingkungan. Selanjutnya adalah focus pada isu-isu kekinian, GP Ansor berupaya untuk selalu relevan dengan isu-isu yang menjadi perhatian generasi muda, seperti radikalisme, intoleransi dan lingkungan. Yang terakhir adalah GP Ansor harus mampu berkolaborasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta maupun organisasi masyakarat lainnya.
Dimensi yang ketiga adalah penggunaan media social. Kader GP Ansor Indramayu harus mampu menggunakan media social dengan baik dan bijak dengan cara pemanfaatan platform media social untuk menyebarkan informasi, menghasilkan konten yang menarik dan relevan dengan minat generasi muda serta berperan dalam meningkatkan literasi digital kader GP Ansor agar mereka mampu menyikapi informasi dengan kritis dan berdasarkan fakta.
Dalam proses transformasi ini, GP Ansor Indramayu tentu mengahadapi berbagai tantangan seperti perubahan perilaku generasi muda, radikalisme, individualism dan persaingan dengan organisasi lain. Namun dengan terus beradaptasi dengan perubahan zaman, kader GP Ansor diharapkan mampu menjadi organisasi yang semakin kuat, dewasa, mandiri dan berkontribusi nyata bagi Masyarakat dan kemajuan Kabupaten Indramayu.

Ulinniam
Ketua PC GP Ansor Indramayu

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *