Spread the love

(15/10/25) Ditengah momentum menyambut Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025, pesantren tiba-tiba “diframing” dan dinistakan dengan sangat negatif serta provokatif oleh pihak-pihak yang tentunya “anti pesantren”. Upaya propaganda by design dan serangan nyata terhadap pesantren yang notabene merupakan basis utama komunitas NU dengan memanfaatkan corong media, Trans7.


Gerakan Pemuda Ansor sebagai salah satu Banom NU yang lahir dari Rahim pesantren tentu punya tanggung jawab besar dan menjadi Garda terdepan untuk membela pesantren dan para kiyai. Dalam hal ini, Ketua PC GP Ansor Indramayu Gus Ulin Niam berserta beberapa Jajaran Cabang mendatangi Kapolres Indramayu, AKBP M Fajar Gumilang, SH. S.I.K. M.I.K dengan menyampaikan rasa kegelisahan dengan Framing media Trans7 tentang pesantren. Trans7 ini seperti media yang tidak memiliki integritas dan tidak memiliki tim redaksi dengan menayangkan video yang tidak layak di konsumsi oleh masyarakat umum sehingga menimbulkan kegaduhan kepada masyarakat terutama dikalangan santri.


AKBP Fajar Gumilang, SH. S.I.K. M.I.K sebagai Kapolres Indramayu menyambut baik atas kehadiran sahabat Jajaran Cabang Ansor Indramayu dan merespon baik atas apa yang disampaikan kepadanya, serta berharap saling bersinergi.
“Terima kasih atas kehadiran sahabat-sahabat Ansor di Mapolres Indramayu untuk menyampaikan aspirasinya, kita terima dan kita kawal aspirasi tersebut dengan baik.” Tutur pa Kapolres.


Dalam kesempatan ini, Gus Ulin Niam menyampaikan pesan Tetap Jaga Kondusifitas jangan sampai terpancing oleh oknum-oknum yang memanfaatkan situasi yang sekarang sedang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *