Spread the love

bebarengan.id II Senin 5 Mei 2025


Oleh Alfaqir wal Mudznib Imam Purwanto Oktovan

Manusia memang makhluk Allah yang paling spesial dengan bentuknya yang sempurna dan akalnya. Nikmat menjadi manusia ini sudah seharusnya manusia bersyukur, karena dengan bersyukur tentu akan menghantarkan manusia kepada kesuksesan dunia dan akhiratnya.


Tapi ternyata wujud dan akal yang menyempurnakan manusia ini seringkali menjadi Hijab (penghalang) kedekatan manusia dengan sang penciptanya.
Mengapa hal itu bisa terjadi ?
Ternyata ada satu bagian paling penting dari manusia yang selalu dilupakan dan bahkan manusia membiarkannya mati begitu saja sebelum kematiannya yaitu hati.
Ketika manusia telah mati hatinya, maka dia tidak akan mengenal Allah yang menciptakannya.
Bagaimana cara supaya hati ini tidak mati ? Jawabannya ada dalam kitab washiyatul Musthofa di sampaikan :

وَمَنْ فَارَقَ الْعُلَمَاءَ مَاتَ قَلْبُهُ وَعَمَى عَنْ طَاعَةِ اللهِ تَعَالَى

“Dan barang siapa yang berpisah dari ulama, maka mati hatinya dan buta hatinya dari ta’at kepada Allah”.

Bahkan didalam Al-Qur’an di jelaskan :

وَمَن كَانَ فِى هَـٰذِهِۦٓ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًۭا
“Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).”

Tentunya dari ayat di atas mengharuskan manusia untuk terus menghidupkan hatinya dengan tidak jauh dari ulama, sehingga menjadikannya selalu mengingat sang penciptanya dan akan meng implementasikan kasih sayang Allah kepadanya dalam kehidupan sehari-hari dengan tingkah laku yang selalu Allah arahkan pada kebaikan.
Di dalam Alqur’an disampaikan :

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَـٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”.

Dalam menjaga hati untuk selalu mengingatkan Allah tentu adalah kewajiban setiap manusia, sampai membuatnya tersadar bahwa semua yang telah manusia lakukan adalah karena peran qodho dan qodar dari Allah Subhanhu Wa Ta’ala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *