bebarengan.id II Kamis 23 Juli 2026
Dalam perjalanan panjang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Indramayu, terdapat sejumlah tokoh yang memberikan warna, arah, dan semangat bagi perkembangan organisasi. Salah satunya adalah H. Miftahul Fatah, seorang kader yang tumbuh dari proses kaderisasi Nahdlatul Ulama. Kepemimpinannya menjadi bagian penting dalam fase penguatan konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas kader, serta penguatan peran Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang hadir di tengah masyarakat.
Bagi H. Miftahul Fatah, organisasi bukanlah sekadar ruang untuk memperoleh jabatan, melainkan medan pengabdian yang menuntut keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab. Prinsip tersebut menjadi landasan dalam setiap langkah kepemimpinannya dan tercermin dalam berbagai kebijakan organisasi yang berorientasi pada pembinaan kader dan kemanfaatan bagi umat.
Meniti Jalan Kaderisasi
Perjalanan organisasi H. Miftahul Fatah dimulai dari lingkungan Nahdlatul Ulama sebagai kader muda yang aktif mengikuti berbagai proses pendidikan dan pengkaderan. Berbekal pemahaman terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, ia terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan melalui berbagai aktivitas organisasi hingga dipercaya mengemban amanah di berbagai tingkatan. Ia pernah menjadi Ketua PC IPNU Kabupaten Indramayu tahun 2003 dan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Indramayu masa khidmat 2015-2019.
Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang mengedepankan musyawarah, kolektivitas, serta penghormatan terhadap tradisi organisasi. Ia memandang kaderisasi sebagai jantung kehidupan Organisasi. Oleh karena itu, selama masa pengabdiannya, penguatan sistem kaderisasi menjadi salah satu prioritas utama agar organisasi mampu melahirkan kader-kader yang berilmu, berakhlak, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.
Kepemimpinan yang Mengutamakan Persatuan
Salah satu teladan penting yang dikenang dari H. Miftahul Fatah adalah sikap kedewasaan dalam berorganisasi. Pada Konferensi Cabang GP Ansor Kabupaten Indramayu tahun 2019, ia memilih mengundurkan diri dari kontestasi kepemimpinan demi membuka jalan bagi tercapainya musyawarah mufakat dan menjaga soliditas organisasi.
Keputusan tersebut mencerminkan pemahaman bahwa keberlangsungan organisasi jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi. Sikap itu menjadi contoh nyata bahwa kepemimpinan dalam tradisi Nahdlatul Ulama dibangun atas dasar keikhlasan, ukhuwah, dan semangat mengutamakan kemaslahatan bersama.
Melanjutkan Pengabdian di Nahdlatul Ulama
Berakhirnya masa jabatan sebagai Ketua PC GP Ansor bukanlah akhir dari pengabdian. H. Miftahul Fatah tetap aktif menjalankan berbagai amanah organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Pengalamannya sebagai pemimpin GP Ansor juga menjadikannya salah satu tokoh yang terus dimintai pandangan dalam proses pengembangan organisasi dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan NU Kabupaten Indramayu.
Warisan Kepemimpinan
Kontribusi H. Miftahul Fatah terhadap GP Ansor Kabupaten Indramayu tidak hanya diukur dari program-program yang terlaksana, tetapi juga dari budaya organisasi yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Beberapa warisan kepemimpinannya antara lain:
• memperkuat budaya kaderisasi yang berkelanjutan;
• membangun organisasi yang lebih solid dan inklusif;
• memperkokoh komitmen kebangsaan serta pengamalan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah;
• memperluas pengabdian sosial GP Ansor di tengah masyarakat;
• menanamkan etika kepemimpinan yang mengutamakan musyawarah, persatuan, dan keikhlasan dalam berkhidmah.
Penutup
Bagi H. Miftahul Fatah, pengabdian kepada organisasi adalah bagian dari ibadah dan jalan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa seorang kader tidak berhenti mengabdi ketika masa jabatannya berakhir. Justru setelah menyelesaikan satu amanah, ia melanjutkan perjuangan melalui ruang-ruang pengabdian yang lain.
Semangat itulah yang menjadikan H. Miftahul Fatah dikenang sebagai salah satu kader dan pemimpin GP Ansor Kabupaten Indramayu yang berperan dalam memperkuat kaderisasi, menjaga persatuan organisasi, serta meneruskan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama demi terwujudnya masyarakat yang religius, moderat, adil, dan berkemajuan.
Oleh: Ulinniam (Ketua PC GP Ansor Kabupaten Indramayu)
