Spread the love

ANJATAN – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Anjatan terus berkomitmen menjaga dan melestarikan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan rutin melaksanakan kegiatan Lailatul Ijtima’ yang dibagi ke dalam tiga zona wilayah di Kecamatan Anjatan.

Pembagian zona tersebut bertujuan untuk mendekatkan jajaran kepengurusan MWCNU Anjatan dengan warga Nahdlatul Ulama di setiap desa, sekaligus memastikan berbagai amaliyah dan tradisi keagamaan An-Nahdliyah tetap dilaksanakan secara istiqamah dengan semangat dan ghirah yang kuat.

Zona pertama adalah K2LW, yang meliputi Desa Kedungwungu, Kopyah, Lempuyang, dan Wanguk. Kegiatan Lailatul Ijtima’ di zona ini dilaksanakan setiap malam Kamis dengan agenda utama pengajian rutin Kitab Kifayatul Akhyar dan Nashoihul Ibad.

Melalui kegiatan pengajian tersebut, para jamaah mendapatkan kesempatan untuk memperdalam ilmu agama serta memperkuat pemahaman terhadap ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang bersumber dari tradisi dan keilmuan para ulama.

Sementara itu, zona kedua yakni C2A3 yang meliputi wilayah Cilandak, Cilandak Lor, Anjatan Utara, Anjatan, dan Anjatan Baru, secara rutin melaksanakan kegiatan Istighotsah setiap malam Sabtu.

Kegiatan istighotsah tersebut menjadi sarana bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat spiritualitas serta mempererat persatuan dan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama.

Adapun zona ketiga, yakni B2MS, meliputi wilayah Bugis, Bugistua, Mangunjaya, dan Salamdarma. Di wilayah ini, kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ diisi dengan pembacaan Maulid Al-Barzanji yang dilaksanakan setiap malam Jum’at.

Pembacaan Maulid Al-Barzanji menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus melestarikan amaliyah yang telah diwariskan oleh para ulama dan menjadi bagian dari tradisi warga Nahdlatul Ulama.

Berbagai kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus MWCNU Kecamatan Anjatan, pengurus ranting Nahdlatul Ulama, serta masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Kehadiran para pengurus dan warga di setiap zona menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga serta menghidupkan tradisi keagamaan di tengah masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Rois Syuriah MWCNU Anjatan K.H. Hanan Jauhari, S.Q. dan Ketua Tanfidziyah Dodi Manulung, S.Pd., MWCNU Anjatan terus berupaya hadir lebih dekat dengan warga Nahdlatul Ulama di setiap desa.

Pendekatan berbasis wilayah melalui pembagian tiga zona tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara struktur organisasi NU dengan jamaah di tingkat akar rumput. Selain itu, kegiatan rutin ini juga menjadi sarana konsolidasi organisasi serta penguatan nilai-nilai keagamaan yang menjadi ciri khas Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

MWCNU Anjatan meyakini bahwa menjaga tradisi bukan sekadar mempertahankan kegiatan yang telah diwariskan oleh para pendahulu, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga jati diri, memperkuat ukhuwah, serta meneruskan perjuangan para ulama kepada generasi mendatang.

Dengan semangat merawat tradisi, menguatkan amaliyah, dan memperkokoh ghirah warga Nahdliyin, MWCNU Anjatan berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat hingga ke desa-desa.

Lailatul Ijtima’ menjadi salah satu ikhtiar nyata MWCNU Anjatan dalam menjaga tradisi Aswaja An-Nahdliyah agar tetap hidup, berkembang, dan diamalkan dengan penuh semangat oleh warga Nahdlatul Ulama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *