bebarengan.id II Kamis 23 Juli 2026
Di tengah dinamika perkembangan Nahdlatul Ulama (NU) pada era modern, hadir sosok kiai muda yang memadukan kedalaman ilmu agama, jiwa kewirausahaan, dan semangat pengabdian kepada jam’iyah. Sosok tersebut adalah KH. Muhammad Mustofa, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu masa khidmat 2022–2027.
Dikenal akrab dengan sapaan Kang Mus, beliau lahir di Indramayu pada 17 April 1978. Sejak usia muda, kehidupannya ditempa oleh tradisi pesantren yang kuat. Perjalanan intelektualnya membawanya menimba ilmu di berbagai pesantren ternama, di antaranya Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Pondok Pesantren Manonjaya Tasikmalaya, serta Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus. Dari proses panjang tersebut, beliau tidak hanya menguasai kajian kitab kuning, tetapi juga menghafal Al-Qur’an 30 juz, menjadikannya seorang hafiz yang tetap rendah hati dan lebih memilih dikenal sebagai santri yang terus belajar.
Berkhidmah Sejak Awal di Nahdlatul Ulama
Semangat pengabdian kepada Nahdlatul Ulama telah tumbuh sejak masa mudanya. Setelah kembali ke Kabupaten Indramayu, KH. Muhammad Mustofa mulai aktif dalam kepengurusan PCNU. Sejak tahun 2010 beliau dipercaya mengemban berbagai amanah organisasi, di antaranya sebagai Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Pembina Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH), hingga Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Indramayu.
Bagi beliau, NU bukan sekadar organisasi, melainkan tempat berkhidmah untuk umat. Prinsip yang selalu beliau pegang adalah bahwa warga Nahdliyin harus mampu menguatkan organisasi melalui kemandirian ekonomi, sehingga mampu menghidupi organisasi, bukan menggantungkan hidup kepada organisasi. Pandangan tersebut menjadi salah satu ciri kepemimpinannya yang menekankan profesionalisme, kemandirian, dan kebermanfaatan.
Terpilih Memimpin PCNU Kabupaten Indramayu
Pada Konferensi Cabang XX Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Indramayu tahun 2022, KH. Muhammad Mustofa memperoleh amanah sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Indramayu masa khidmat 2022–2027. Setelah dipercaya memimpin, beliau menegaskan komitmennya untuk menyinergikan seluruh potensi Nahdliyin di Kabupaten Indramayu agar NU semakin maju, solid, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam membangun kepengurusan, beliau mengedepankan profesionalisme dengan menempatkan kader sesuai kompetensi, memperkuat tata kelola organisasi, serta mendorong lembaga-lembaga di bawah PCNU agar lebih aktif dan produktif. Di bawah kepemimpinannya, proses rekrutmen pengurus lembaga dilakukan secara lebih terbuka dan berbasis kapasitas sehingga mampu melahirkan kepengurusan yang efektif dan siap bekerja melayani umat.
Membangun NU yang Mandiri dan Inovatif
Kepemimpinan KH. Muhammad Mustofa ditandai dengan semangat kolaborasi dan inovasi. Beliau mengembangkan sinergi antara PCNU dengan pemerintah daerah, pesantren, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat pelayanan kepada umat.
Perhatian besar beliau juga diarahkan pada penguatan ekonomi warga Nahdliyin melalui pengembangan jaringan Himpunan Pengusaha Nahdliyin, pemberdayaan usaha masyarakat, serta pembangunan kemandirian organisasi. Selain itu, beliau menggagas berbagai langkah strategis untuk memperkuat pelayanan sosial dan kesehatan, termasuk mendorong terwujudnya rumah sakit Nahdlatul Ulama sebagai salah satu cita-cita besar PCNU Kabupaten Indramayu.
Kepemimpinan yang Menyatukan
Dalam berbagai kesempatan, KH. Muhammad Mustofa selalu mengingatkan bahwa kekuatan terbesar Nahdlatul Ulama terletak pada persatuan, ukhuwah, dan semangat gotong royong. Beliau menekankan bahwa setiap pengurus harus menjadi teladan dalam kejujuran, pengabdian, serta menjaga persatuan umat dan bangsa.
Pesan-pesan beliau senantiasa mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menghindari perpecahan, memperkuat budaya musyawarah, dan menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian, bukan ruang untuk mencari kepentingan pribadi. Semangat inilah yang menjadi fondasi dalam membangun NU yang kokoh secara organisasi sekaligus dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Keteladanan Seorang Kiai Muda
KH. Muhammad Mustofa merupakan representasi kader Nahdlatul Ulama yang mampu memadukan tiga kekuatan utama: kedalaman ilmu agama, kemampuan manajerial, dan kemandirian ekonomi. Pengalaman sebagai santri, pengasuh pendidikan pesantren, pengusaha, serta pemimpin organisasi membentuk karakter kepemimpinannya yang inklusif, adaptif, dan visioner.
Bagi beliau, keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari jabatan yang disandang, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada umat. Karena itu, setiap amanah dijalankan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT melalui khidmah kepada Nahdlatul Ulama.
Perjalanan KH. Muhammad Mustofa menunjukkan bahwa kaderisasi yang kokoh, keikhlasan dalam berkhidmah, dan keberanian berinovasi merupakan modal utama dalam menjaga keberlanjutan perjuangan Nahdlatul Ulama. Kepemimpinannya menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan NU yang semakin mandiri, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Oleh: Ulinniam (Ketua PC GP Ansor Kabupaten Indramayu)
