bebarengan.id II Minggu 25 Oktober 2026
INDRAMAYU – Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti Halaman Masjid Besar Thohiul Anwar, Desa Panyingkiran Kidul, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu. Acara pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Cantigi dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Cantigi sukses digelar dengan meriah dan dihadiri oleh ratusan kader serta warga Nahdliyin setempat.

Acara akbar ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan, sekaligus memperkuat sinergi antara Ansor dan Fatayat dalam mengawal dakwah serta kebangsaan.

Semangat Baru untuk MWC NU Cantigi
Dalam sambutannya, Gus Ulinniam menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya jajaran pengurus PAC GP Ansor Cantigi yang baru. Ia berharap, ghirah (semangat) dan energi positif yang terpancar dari pelantikan ini dapat ditularkan kepada Majelis Wakil Cabang (MWC) NU lainnya di wilayah Indramayu.

“Semoga ghirah yang baik ini bisa ditularkan kepada MWC yang lain,” pesan Gus Ulinniam di hadapan para kader yang hadir.
Kutip Bung Karno, Ketua PAC Ansor Cantigi Ungkap Rasa Bangga
Rasa haru dan bangga terpancar dari wajah Ketua PAC GP Ansor Cantigi, Nurhidayat, S.Pd. Dalam pidatonya, ia membakar semangat para kader muda Ansor dengan mengadaptasi kalimat bersejarah milik Presiden Republik Indonesia pertama, Bung Karno, yang disesuaikan dengan konteks lokal Cantigi.

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda Ansor, niscaya akan kuguncangkan Cantigi!” ujar Nurhidayat penuh semangat, disambut riuh tepuk tangan peserta.
Ia menegaskan bahwa pemuda Ansor Cantigi siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa, merawat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
Kaderisasi Lebih Penting dari Suksesi
Sementara itu, Ketua Tanfidliyah MWC NU Cantigi, Kyai Kozin Munawir, dalam arahannya mengingatkan kembali esensi utama dari organisasi pengkaderan seperti Ansor dan Fatayat.
Ia menegaskan bahwa roda organisasi hanya akan berjalan kuat jika proses pencetakan kader berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Ansor dan Fatayat adalah organisasi kader. Maka, yang belum mengikuti kaderisasi agar segera ikut. Karena kaderisasi jauh lebih penting daripada suksesi,” tegas Kyai Kozin.
Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa regenerasi dan pembentukan karakter ideologi NU harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengurus yang baru dilantik.
Ditutup dengan Tausiyah Inspiratif
Puncak acara pelantikan ini ditutup dengan khidmat melalui Maudloh Hasanah (ceramah agama) yang disampaikan oleh Dr. KH. Moh. Zaen Fuadi, M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan pesan-pesan moral dan spiritual kepada para pengurus baru agar senantiasa istiqomah dalam menjalankan amanah organisasi serta menjaga keikhlasan dalam berkhidmat di jalan Nahdlatul Ulama.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru PAC GP Ansor dan Fatayat NU Cantigi ini, diharapkan roda organisasi dapat bergerak lebih dinamis, proaktif, dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat di Kecamatan Cantigi.
