Spread the love


​ANJATAN — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Anjatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat barisan organisasi. Hal ini tecermin dalam rangkaian acara Istighotsah dan Diskusi Pengurus yang berlangsung khidmat, hangat, dan penuh semangat kebersamaan.


​Mengusung tema besar “Menghidupkan dan Menggerakkan Struktur Lembaga dan Banom NU di Wilayah MWCNU Anjatan,” kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyolidkan pergerakan Nahdliyin di tingkat akar rumput.
​Acara yang dipandu dengan apik oleh Ustadz Toni Sahara ini diawali dengan pembacaan Istighotsah pada pukul 14.00 WIB. Dipimpin oleh Ustadz Anwarudin, untaian zikir dan doa menggema, menciptakan suasana spiritual yang mendalam bagi para peserta. Setelah menyegarkan rohani, seluruh hadirin menunaikan ibadah Salat Asar berjamaah yang diimami oleh Ustadz Hendri.
​Memasuki agenda utama, acara resmi dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan lantunan suci ayat-ayat Al-Qur’an dan selawat Nabi yang menyejukkan hati. Penampilan ini dibawakan langsung oleh santri kebanggaan Pesantren Tahfidz Peradaban Ummul Khoir, yakni Ustadz Khoirul Azam dan Saudara Maulana Ardli Rafael, di bawah binaan Ustadz Pramono Agung Hadi.


​Semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap organisasi turut dikobarkan di tengah acara. Dipandu oleh dirigen Sahabati Triana, seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan mars kebanggaan warga NU, Syubbanul Wathon (Yaa Lal Wathon).
​Puncak acara berpusat pada sesi diskusi strategis yang dipantik langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Anjatan, Kyai Dodi Manulung, S.Pd. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya sinergi dan aksi nyata dari seluruh elemen struktur organisasi.
​Lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU di wilayah Anjatan didorong untuk tidak sekadar “hidup” di atas kertas susunan pengurus, melainkan harus aktif bergerak, membuat program yang relevan, dan hadir di tengah dinamika umat. Sesi diskusi ini memantik antusiasme para pengurus yang hadir untuk saling bertukar gagasan demi memajukan organisasi.


​Rangkaian acara yang padat gagasan dan nilai spiritual ini akhirnya diparipurnakan pada pukul 17.00 WIB. Rois Syuriah MWCNU Anjatan, Abah Hanan, memimpin doa penutup, memohon keberkahan dan kelancaran bagi setiap langkah perjuangan organisasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan roda organisasi MWCNU Anjatan beserta seluruh Banom dan lembaganya dapat melaju semakin pesat demi kemaslahatan agama, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *