*KENDAL — Semangat khidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU) kembali ditunjukkan oleh seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) asal Kabupaten Indramayu. Dengan tekad dan ketulusan, *Abah Miftah* sapaan akrabnya, menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki menuju *Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang.
Abah Miftah merupakan Banser dari *Satkoryon Anjatan, Kabupaten Indramayu. Yang menarik perhatian, perjalanan tersebut ditempuh dengan mengenakan pakaian komboran serba hitam, pakaian khas yang semakin menegaskan identitas dan semangat pengabdiannya sebagai kader Banser.
Langkah demi langkah ia tempuh dalam perjalanan yang bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga menjadi napak tilas perjuangan, silaturahmi, dan bentuk kecintaan terhadap NU.
Setelah menempuh perjalanan dari Indramayu, Abah Miftah akhirnya tiba di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kedatangannya pun mendapat sambutan hangat dari jajaran Banser Kendal yang menyambutnya sebagai sesama kader dan pejuang khidmah NU.
Pertemuan tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya rasa persaudaraan di kalangan kader Banser. Meski berasal dari daerah yang berbeda, semangat satu barisan dan satu perjuangan membuat perjalanan Abah Miftah mendapat perhatian serta dukungan dari Banser di sepanjang jalur yang dilaluinya.
Perjalanan dengan berjalan kaki menuju Tambakberas ini menjadi simbol bahwa kecintaan kepada NU tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui pengorbanan, ketekunan, dan tindakan nyata.
Bagi Abah Miftah, setiap langkah menuju Tambakberas bukan sekadar mengejar tujuan. Setiap kilometer perjalanan menjadi bagian dari cerita pengabdian seorang kader yang ingin hadir dalam momentum besar Muktamar NU.
Muktamar ke-35 NU sendiri akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Berbagai elemen NU dari seluruh Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menyukseskan agenda besar tersebut.
Langkah Abah Miftah dari Indramayu menuju Tambakberas pun menjadi kisah tersendiri. Di tengah perjalanan panjang, ia membawa pesan sederhana namun kuat: khidmah membutuhkan keikhlasan, perjuangan membutuhkan keteguhan, dan cinta kepada NU harus diwujudkan dengan pengabdian nyata.
Dari Indramayu menuju Tambakberas, dari satu daerah ke daerah lainnya, langkah seorang Banser terus bergerak.
Gus Ulin Niam Ketua PC GP Ansor Indramayu turut berdoa supaya Abah Miftah diberikan Kesehatan dan kekuatan.
Satu langkah, satu doa, satu perjuangan, untuk NU dan Indonesia.
Salam satu komando. Banser tetap setia dalam khidmah.
