Spread the love

Berdasarkan catatan sejarah politik di Indramayu, KH. A. Sayuti Hasan merupakan salah satu tokoh ulama dan politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada masa Orde Baru. Memasuki masa Reformasi hingga sekarang, beliau adalah tokoh senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Indramayu. Berikut adalah profil singkat mengenai kiprah beliau.

Aktivis Organisasi Sejak Muda (NU dan PMII)
KH. A. Sayuti Hasan merupakan aktivis organisasi Nahdlatul Ulama yang militan. Beliau tercatat pernah menjabat sebagai Ketua PMII Cabang Cirebon Periode 1964 – 1968, kemudian pernah menjadi Ketua PCNU Kabupaten Indramayu Periode 1972-1977.

Menjadi Anggota Legislatif (DPRD hingga DPR RI)
Pada masa Orde Baru, ketika fusi partai-partai Islam membentuk PPP pada tahun 1973, KH. A. Sayuti Hasan merupakan motor penggerak PPP di Kabupaten Indramayu. Beliau mengawali karir politiknya di legislatif sebagai anggota DPRD Kabupaten Indramayu (antara tahun 1971-1977). Pada masa keemasan PPP di era Orde Baru, khususnya pada tahun 1970 hingga 1980-an, beliau berhasil menduduki kursi DPR RI sebagai representasi tokoh NU-PPP dari basis wilayah Pantura (Indramayu).

Pada masa Reformasi, beliau pernah duduk sebagai anggota DPR/MPR RI Fraksi PKB (PAW), pada kisaran tahun 2005-2009. Beliau juga merupakan Dewan Mustasyar di PCNU Indramayu dan di DPC PKB Indramayu hingga akhir hayatnya.

Sebagai Ipar Rois Aam PBNU (KH. Ilyas Ruhiyat)
KH. A. Sayuti Hasan merupakan menantu pendiri Pesantren Cipasung Tasikmalaya, KH. Ruhiyat. Putra KH. Ruhiyat, yakni KH. Ilyas Ruhiyat, yang menjadi Rois Aam PBNU Periode 1992-1999 (masa kepemimpinan KH. Abdurahman Wahid), merupakan ipar beliau. Karena istri beliau, Hj. Djojo Djauharotul Mardhiyah, adalah adik dari KH. Ilyas Ruhiyat.

Tutup Usia
KH. A. Sayuti Hasan tutup usia pada hari ini, Ahad 20 September 2026. Semoga kiprah perjuangan dan pengabdian beliau selama hidup dicatat sebagai amal istimewa di sisi Allah SWT, dan semoga generasi penerus saat ini dapat mewarisi spirit dan melanjutkan perjuangan beliau. Lahu al-Fatihah.

*) dari berbagai sumber.

Mohamad Kholil
(Ketua MWC NU Karangampel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *